REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren yang positif. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal kembali meningkat signifikan dengan penambahan sebanyak 1,74 juta investor baru dalam sebulan atau month to month (mtm).
Dengan capaian tersebut, secara year-to-date (ytd) jumlah investor pasar modal nasional tumbuh 30,06 persen menjadi 26,49 juta investor.
“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus meningkatnya kepercayaan terhadap instrumen investasi di pasar modal,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, dalam keterangannya, kemarin.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia terus berkembang dan semakin mendapat tempat di kalangan masyarakat.
“Kondisi ini diharapkan dapat memperkuat pendalaman pasar keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” harapnya.
Lanjut Hasan, kinerja positif juga tercermin pada industri pengelolaan investasi. Hingga 29 April 2026, nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.072,64 triliun, meningkat 1,53 persen secara bulanan (mtd) dan 2,87 persen secara year-to-date.
Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat sebesar Rp711,89 triliun, atau tumbuh 2,32 persen secara mtd dan 5,41 persen secara ytd. Pertumbuhan tersebut menunjukkan industri reksa dana masih mampu mempertahankan momentum positif di tengah dinamika pasar keuangan. Kinerja reksa dana juga ditopang oleh tingginya minat investor untuk melakukan pembelian unit penyertaan.
“Hal ini tercermin dari net subscription yang mencapai Rp8,11 triliun secara mtd dan Rp37,24 triliun secara ytd, menandakan aliran dana masyarakat ke instrumen investasi ini masih terus menguat,” jelasnya.
Di sisi lain, pasar modal domestik tetap memainkan peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga April 2026, nilai fundraising yang berhasil dihimpun korporasi melalui pasar modal mencapai Rp56,35 triliun.
Baca Juga : Digelar 18 Juli, OC Pastikan Persiapan Teknis Musda XI Golkar Sulsel Telah Rampung
Dana tersebut berasal dari berbagai aksi korporasi, yakni 1 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 1 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 6 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 44 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.
Prospek penghimpunan dana melalui pasar modal juga masih cukup kuat. Saat ini terdapat 71 rencana penawaran umum (pipeline) dengan nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun, yang menunjukkan pasar modal Indonesia tetap menjadi alternatif pembiayaan yang diminati oleh pelaku usaha.
