REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, hadir langsung di Kabupaten Gowa untuk menyalurkan bantuan dalam rangka mendukung penanganan virus corona atau Covid-19.
Bantuan kemanusiaan yang diserahkan ke Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa yaitu Alat Pelindung Diri (APD) berupa 30 baju hazmat dan 1.000 masker medis. Selain itu 288 buah sabun mandi.
“Bantuan ini masih terlalu kecil, hanya saja penanganan pandemi Covid-19 ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada para tim medis yang selalu ada di garda paling depan untuk menangani pasien yang terjangkit,” katanya usai menyerahkan bantuan di Posko Induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (21/04/2020).
Baca Juga : Tak Sekadar Berdaya, Ainun Bersama PNM Ubah Pandangan Warga tentang Perempuan
Bantuan ini pun diterima langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, didampingi Wakil Bupati Gowa Andi Rauf Malaganni, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Gowa.
Lanjutnya, bantuan kemanusiaan ini diserahkan disejumlah kabupaten/kota yang terdampak Covid-19. Salah satunya di Kabupaten Gowa yang dianggap sebagai epicentrum penyebaran di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami harapkan bantuan ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa,” harap SYL.
Baca Juga : Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Dorong Kampus ke Dunia Industri
Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementerian Pertanian RI kepada wilayah yang dipimpinnya. Apalagi bantuan berupa APD ini memang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis saat ini.
Menurut Bupati Adnan, tingginya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa dikarenakan daerah tersebut berbatasan langsung dengan Ibu Kota Makassar. Sehingga di Sulsel ada tiga wilayah yang menjadi epicentrum penyebaran tertinggi yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros.
Ia menyebutkan saat ini jumlah warga yang teridentifikasi positif Covid-19 sebanyak 25 orang. Kemudian Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 304 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 131 orang.
Baca Juga : OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Integritas dan Manajemen Risiko Sektor Keuangan
“40 sampai 45 persen masyarakat kami aktivitas di Makassar dan 25 orang yang positif ini 80 persennya merupakan masyarakat yang kerjanya di Makassar,” ungkapnya.
Sehingga, atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten Gowa telah mengusulkan kepada Pemprov Sulsel untuk diteruskan ke Kementerian Kesehatan agar bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Jika intervensi pemerintah bisa dikuatakan yakin dan percaya kita mampu memutuskan mata rantai penularan Covid-19 ini khususnya di Kabupaten Gowa,” tegasnya. (Firmansyah)
