0%
logo header
Jumat, 24 Juni 2022 01:05

Menyambut 100 Tahun Chairil Anwar, Komunitas Salihara Buka Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2022

Menyambut 100 Tahun Chairil Anwar, Komunita Salihara Buka Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2022. (Istimewa)
Menyambut 100 Tahun Chairil Anwar, Komunita Salihara Buka Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2022. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Membaca karya sastra baik ditanamkan sejak dini demi menciptakan generasi yang kreatif, kritis dan berwawasan luas. Melalui karya sastra, kita dapat menumbuhkan kekayaan intelektualitas, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan menyusun kerangka berpikir yang baik.

Dalam rangka mendukung dan menumbuhkan minat membaca sastra sejak dini, Komunitas Salihara kembali mengadakan Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA yang akan dilakukan secara _hybrid_. Kompetisi ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan siswa/i tentang perkembangan sastra Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi wakil sekolah masing-masing.

Dalam siaran pers yang diterima republiknews.co.id, Kamis (23/06/2022), Tahun ini, Komunitas Salihara akan mengangkat tema tentang _Membandingkan Sajak Chairil Anwar dengan Penyair Amerika Serikat_. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk peringatan akan 100 tahun sang penyair yang jatuh tepat di 2022 ini.

Baca Juga : Polsek Metro Taman Sari Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 30 Paket Siap Edar

Sebagai seorang penyair dan penulis penting di awal era kemerdekaan Indonesia, karya-karya Chairil Anwar kerap terpengaruh oleh penyair-penyair dunia seperti Belanda, Tiongkok, dan Jerman. Kompetisi ini akan terfokus terhadap hubungan karya-karya Chairil Anwar yang terpengaruh oleh karya para penyair Amerika Serikat sebagai pembandingnya.

Untuk bisa berpartisipasi, Peserta merupakan siswa yang masih duduk di bangku SMA atau setara ketika final debat berlangsung hingga 30 Oktober 2022. Kompetisi ini tertutup untuk kelompok dari sekolah yang telah menjadi finalis dan juara pada tahun sebelumnya.

Siswa/i diminta untuk membentuk satu kelompok yang terdiri dari tiga anggota. Setiap sekolah setingkat SMA dipersilakan untuk mengirimkan lebih dari satu kelompok sebagai perwakilan. Peserta juga diizinkan untuk memberi nama kelompoknya secara bebas. Setiap kelompok akan diminta untuk membuat telaah berupa tulisan atau makalah terkait dengan karya yang dibandingkan (didapat setelah mengisi formulir pendaftaran).

Baca Juga : Deolipa Yumara Kuasa Hukum Bharada E Datangi LPSK Ajukan Justice Collaborator

Peserta yang memenuhi kualifikasi akan masuk menuju babak final yang akan diadakan Oktober 2022, lokasi mengikuti perkembangan kondisi protokol kesehatan. Bila aman untuk diadakan di Komunitas Salihara, peserta yang berada di luar Jabodetabek akan ditanggung biaya akomodasi dan transportasinya.

Pendaftaran kompetisi ini dibuka secara resmi pada 07 Mei 2022 sampai 09 September 2022 Pengumpulan makalah paling lambat 10 September 2022. Juara 1 akan mendapatkan hadiah sejumlah Rp20.000.000; Juara 2 sejumlah Rp10.000.000; dan tiga makalah favorit masing-masing Rp3.000.000.

Tentang Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat

Baca Juga : Polri Sebut Dana Penyelewengan Boeing Oleh ACT Diduga Capai Rp107,3 Miliar

Demi memperbaharui perpuisian Indonesia modern pada dasawarsa 1940-an, Chairil Anwar tidak hanya membaca sajak-sajak penyair Belanda dan Jerman, tetapi juga penyair Amerika Serikat, seperti Archibald MacLeish, John Cornford, Conrad Aiken, T.S. Eliot, Ezra Pound, dan W.H. Auden. Dia bukan hanya membaca dan menerjemahkan karya-karya itu, tetapi menyadurnya atau menjadikan semua itu sebagai inspirasi dari puisi-puisinya.

Menurut H.B. Jassin, kritikus dan dokumentator sastra, ketika Chairil Anwar meninggal pada 28 April 1949, ia meninggalkan tidak kurang dari 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan-semua jadi 94 tulisan.

Membicarakan atau membahas bagaimana pengaruh sajak-sajak penyair Amerika Serikat terhadap kompleks persajakan Chairil Anwar, akan memberi kita kesempatan untuk memahami pentingnya karya sastra di masa lalu dalam perspektif yang lebih luas dan kaya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Tetapkan Tersangka Sopir yang Tabrak Mobil PJR

Tentang Komunitas Salihara Arts Center

Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.

Untuk mengetahui detail pertunjukan silakan kunjungi sosial media Komunitas Salihara: Twitter @salihara, Instagram @komunitas_salihara, atau menghubungi: [email protected]

Penulis : Yos Syukur
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646