0%
logo header
Selasa, 12 Mei 2026 06:31

OJK Sulselbar Perkuat Program EKI di Bone, Sasar Kelompok Nelayan

Chaerani
Editor : Chaerani
Sejumlah kelompok nelayan di Desa Angkue, Kabupaten Bone saat mengikuti pertemuan yang digelar OJK bersama IJK dan TPAKD Kabupaten Bone, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Sejumlah kelompok nelayan di Desa Angkue, Kabupaten Bone saat mengikuti pertemuan yang digelar OJK bersama IJK dan TPAKD Kabupaten Bone, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) terus memperkuat program peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Salah satunya pada program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang digagas melalui kolaborasi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Kali ini program tersebut dilaksanakan dengan menyasar masyarakat yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), di Desa Angkue, Kabupaten Bone.

“Program EKI ini didorong sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat desa, khususnya kelompok nelayan,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil

Ia menjelaskan, program EKI di Desa Angkue diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Selain itu, untuk mendorong pemanfaatan akses keuangan guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Dari kegiatan ini nelayan memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk perbankan, pembiayaan usaha, asuransi, waspada investasi illegal hingga pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Bone. Melalui implementasi Program EKI yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan masyarakat Desa Angkue tidak hanya semakin memahami layanan jasa keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkan akses keuangan tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga : Lewat Forum Komunikasi Publik, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Layanan Serta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

“Penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kemudian, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar akses keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah pesisir dan pedesaan.

Sementara, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sinergi tersebut. Kegiatan ini dianggap menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui akses keuangan yang lebih luas dan inklusif.

Baca Juga : Dikunjungi Taruna Ikrar, CryoCord Tertarik Investasi dan Kolaborasi Teknologi Sel di Indonesia

“Kolaborasi antara OJK, IJK, dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646