0%
logo header
Kamis, 09 Juli 2026 10:16

OJK: Wujudkan Industri Keuangan Tangguh dan Transparan Lewat Tata Kelola dan Integritas

Chaerani
Editor : Chaerani
Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan, Sophia Wattimena. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan, Sophia Wattimena. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pentingnya terus memperkuat tata kelola dan integritas sektor jasa keuangan guna menciptakan industri yang tangguh dan transparan.

Selain itu, mampu menjawab tantangan era digital khususnya dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas risiko yang semakin beragam.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena saat menghadiri Kuliah Umum “Governance Excellence: Tata Kelola Modern dan Integritas Publik”, di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, kemarin.

Baca Juga : Jangan Asal Servis, Ini yang Wajib Diketahui Pengendara Wanita agar Motor Tetap Prima

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi OJK yang diselenggarakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya tata kelola yang baik dan nilai-nilai integritas.

“Penguatan tata kelola merupakan kunci untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus membangun dan mempertahankan kepercayaan publik di tengah pesatnya transformasi digital,” tegasnya.

Dalam paparannya, Sophia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan berbagai peluang bagi sektor jasa keuangan, tetapi juga meningkatkan kompleksitas risiko yang bersumber dari teknologi, sumber daya manusia, proses bisnis, maupun ekosistem digital yang semakin saling terhubung.

Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah

Apalagi menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan integritas publik pada era digital adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif.

“Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” katanya.

Ia menambahkan, tata kelola yang efektif juga akan melindungi kepentingan para pemangku kepentingan, termasuk nasabah, investor, konsumen, dan pihak terkait lainnya, serta mendorong akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar

Sementara, Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN, Agus Bandiyono mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum oleh OJK sebagai bentuk sinergi antara regulator dan institusi pendidikan dalam menanamkan budaya tata kelola yang baik dan integritas kepada generasi muda.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam memperkuat integritas publik sebagai bekal dalam menjalankan tugas di sektor publik maupun sektor jasa keuangan.

“Kami harap kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tata kelola modern sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Baca Juga : Upaya KALLA Jaga Biodiversitas Pesisir, Aksi Mangrove Lestari Raih Gold ISRA 2026

Melalui Roadshow Governansi, OJK berharap nilai-nilai tata kelola yang baik dan integritas semakin tertanam dalam karakter, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan generasi muda Indonesia. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mendukung terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646