0%
logo header
Senin, 27 Juni 2022 23:43

PKBI Kalimantan Selatan Gelar Program Inklusi Pilar Waria, Princess Keket Fortuna Berikan Tips Public Speaking

Princess Keket Fortuna tengah review materi dengan transpuan Banjarmasin di Hotel Victoria. (Istimewa)
Princess Keket Fortuna tengah review materi dengan transpuan Banjarmasin di Hotel Victoria. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Pelatihan Public Speaking dipaparkan langsung oleh Princess Keket Fortuna dalam forum Learning Culture Program Inklusi Pilar Waria yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Selatan di Hotel Victoria River View, Banjarmasin. Sebanyak 20 transpuan yang mengikuti program ini, demi melatih public speaking dalam pengembangan dirinya masing-masing.

Public Speaker Miss Queen Indonesia 2021 itu mengaku dirinya didaulat sebagai pemateri karena kompetensinya dikenal dalam berkomunikasi, hingga diberi penghargaan tinggi sebagai transpuan berbakat asal Kalimantan Selatan tersebut.

“Aku Princess Keket Fortuna, Miss Queen Kalimantan Selatan yang mewakili ajang lomba Miss Queen Indonesia 2021 di Bali. Dan terpilih sebagai pemenang atribut Public Speaker Miss Queen Indonesia,” ucap Keket kepada Republiknews.co.id, Senin (27/6/2022) siang.

Baca Juga : Cerita Komunitas Kelopak Baca di Taman Kamboja Banjarmasin, Dua Anak Asyik Baca Buku

Kata Keket, mengisi materi Public Speaking buat teman-teman transpuan Banjarmasin yang tengah berproses dalam pengembangan diri. Karena, menurutnya ilmu ini sangat baru hadir ditengah mereka untuk mendalami, memahami hingga mengimplementasikan ke pekerjaannya. “Mereka sedikit sekali memiliki ilmunya, bahkan sangat minim dalam pembekalan materi Public Speaking.”

Situasi seperti itu, kata Keket, akses pengetahuan mereka terbatas dalam menggali pengetahuan, serta pelatihan-pelatihan dasar dalam interpersonal skills. Adanya PKBI Kalimantan Selatan ini, kata dia, sangat membantu sekali dalam memfasilitasi para transpuan demi menambah kapasitas diri untuk menunjang karirnya.

“PKBI Kalsel ini memiliki program inklusi pilar waria (transpuan) dalam menaungi mereka, demi pemberdayaan juga,” jelas Keket.

Baca Juga : Buku Play Armada Terbit, Cerita Bocah 11 Tahun Miliki Novel Perdananya

Hari ini, Keket mengajarkan beberapa point penting dalam materi Public Speaking tentang pengertian, jenis-jenisnya, hingga kendala mereka saat menyampaikan pendapatnya di hadapan publik. Dia juga memberikan tips mudah dalam berkomunikasi agar para transpuan lebih enjoy memberikan perspektifnya. “Biar mereka tidak gugup, malu dan berbicara di depan publik. Hari ini kita bedah secara lugas,” ujarnya.

Di antara materi yang diberikan kepada transpuan, Keket memberi tantangan kepada mereka untuk tampil saat membawakan diri ke publik. Misalnya, kata dia, transpuan tampil dalam berorasi, presenter, pidato dan sebagainya.

“Kendalanya banyak, entah karena takut atau gugup. Lalu, tidak menguasai materi. Itu kendala-kendala mereka untuk pemula yang ingin menjadi public speaker,” ungkap Keket usai acara.

Baca Juga : Sembunyikan Inex Didalam Mulut, Selebgram asal Banjarmasin Ditangkap Polisi

Menurut Keket, para transpuan Banjarmasin harus memahami identitasnya sendiri, baik nama, alamat, profesi, hobi dan kesannya belajar dalam program ini. “Sampai akhirnya mereka dapat men-introduct my self terhadap dirinya sendiri. Demi bisa berkomunikasi ke depan publik,” kata alumnus informatika UNISKA itu.

Transpuan Banjarmasin, Ayu sebagai peserta kelompok 4 itu menjelaskan jenis kendala dalam materi public speaking, yaitu gugup, takut, kurang percaya diri dan minimnya pemahaman diri. Tujuannya, dia menjelaskan untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam tampil ke publik.

“Tokohnya seperti Suryo Pradiko Sastrowardoyo, Ir Sukarno dan lainnya.” ucapnyam

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalimantan Selatan, Hapniah menjelaskan program inklusi pilar waria ini telah lama menjadi dasar kegiatan sejak 2014 lalu. Dia menyebut, kegiatan ini program lanjutan dari sebelumnya demi mewujudkan inklusivitas dalam bermasyarakat.

“Pertengahan 2020, kami telah melaksanakan Program Peduli Waria. Ada pembaharuan-pembaharuan, terutama ditingkat pusat yaitu sisi pilarnya. Dulu The Asia Foundation, kalau sekarang Quarter Foundation.” ujarnya.

Pihak PKBI Kalsel, menurut Hapniah lebih memfokuskan terhadap kesehatan reproduksi dan meningkatkan taraf inklusi kepada masyarakat. Terlebih, kata dia, penerimaan kelompok waria di masyarakat Banjar. “Walau ada yang menerima (inklusif) dan kontra, hal itu lumrah saja. Merupakan tugas kita semuanya untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

Dengan pelatihan Public Speaking ini, kata Hapniah, para transpuan mampu beradaptasi lebih baik lagi di masyarakat. Dengan modal itu, menurutnya dapat menjalankan kerjanya lebih kreatif, inovatif dan produktif.

“Kegiatan kita nanti berseri ya, program ini berlanjut sampai bulan Maret 2023. Masih ada tiga kali pertemuan, dan materinya tetap terkait kepribadian untuk lebih percaya diri, serta terakhir meningkatkan kemampuan berwirausaha (Entrepreneurship),” tandasnya.

Penulis : Rahim Arza
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646