REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pada pagelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan kembali melibatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk mempromosikan produk-produk unggulannya ke pasar lebih luas.
Dimana, dalam kegiatan tersebut sebanyak 11 UMKM binaan dihadirkan dengan tujuan untuk memperluas akses pasar dan jejaring usaha melalui sektor modest fashion dan pangan halal. Pada sektor modest fashion, 5 UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) binaan BI Sulsel, yaitu Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah, tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) serta Modest Fashion Exhibition di JICC.
“Partisipasi ini menjadi sarana promosi karya fesyen lokal sekaligus memperluas eksposur modest fashion Sulsel,” terang Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, saat menghadiri pembukaan ISEF 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), kemarin.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Perkuat Pengawasan dan Koordinasi, Pastikan Pembangunan SUTT 150 kV Bungku-ACN Lancar
Lanjutnya, pada sektor pangan halal, PT Clemira Sukses Bersama menampilkan gula aren dan PT Bunly Abadi Bersama menghadirkan kacang mete pada pameran B2C Exhibition Halal Food. Sementara itu, CV Morisama Sejahtera Indonesia membawa sambal Mak Judesss pada pameran B2B sekaligus mengikuti business matching untuk menjajaki peluang kemitraan.
Tak hanya itu, produk Sulsel juga dipasarkan melalui Gema Halal – Halal Mart di Main Lobby JICC, meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss dari CV Morisama Sejahtera Indonesia, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya.
Tak hanya itu, penguatan ekonomi pesantren Sulawesi Selatan turut mendapat tempat dalam rangkaian ISEF 2026. Menjelang pembukaan, pengasuh Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, hadir dalam Malam Silaturahmi Pesantren, dan perwakilan pesantren tersebut menjadi salah satu narasumber di kegiatan dimaksud.
Baca Juga : IKA Unhas Siapkan Modal Usaha untuk Mahasiswa Yatim, 33 Peserta Presentasikan Ide Bisnis
Sebagai pesantren binaan BI Sulsel melalui program Pesantren REWAKO (Resilient, Worldclass, Agile, and Knowledgeable), Pondok Pesantren DDI Mangkoso juga menampilkan produk air mineral hasil usaha pesantren dalam program Air Berkah Indonesia di Island Gerbang Santri yang menjadi rangkaian Indonesia Halal Showcase. Di ajang kompetisi, Believe Imanuel S. dari Sulsel kembali berpartisipasi dalam Halal Chef Competition setelah mengikuti kompetisi serupa pada FESyar KTI 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.
“Keikutsertaan UMKM, pesantren, dan talenta muda Sulsel dalam ISEF 2026 merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat daya saing UMKM melalui promosi produk, perluasan jejaring usaha, dan fasilitasi akses pasar,” ungkapnya.
Ia pun berharap melalui sinergi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kontribusi Sulawesi Selatan dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Baca Juga : Dorong Pasar UMKM ke Global, BI Sulsel Libatkan 22 Binaan Rewako di Trade Expo Indonesia
Sementara, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, pelaksanaan ISEF setiap tahunnya merupakan upaya nyata untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal, dan memperdalam pasar keuangan syariah.
“Termasuk juga mengoptimalkan keuangan sosial syariah, dan memperluas inklusi melalui transformasi digital, dengan semangat Kebaikan untuk Semua,” ujarnya.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan luring dan daring dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Baca Juga : DPP Golkar Yakin IAS Bisa Wujudkan Target Tambahan Kursi di Sulsel
Pada momentum tersebut, Bank Indonesia juga meluncurkan tiga program unggulan. Pertama, Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), sebagai pedoman transaksi pasar keuangan syariah. Kedua, Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP) untuk memperkuat tata kelola zakat. Kemudian ketiga, program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah.
