0%
logo header
Senin, 27 Juni 2022 12:32

Rumah Qur’an At-Taisir Perlu Donator, Anak-anak Antusias Dalam Belajar Ngaji

Puluhan anak tengah mengaji Al-Qur'an di teras Rumah Qur'an At-Taisir. (Istimewa)
Puluhan anak tengah mengaji Al-Qur'an di teras Rumah Qur'an At-Taisir. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Rumah Qur’an At-Taisir (RQAT) yang berdiri dengan luas 6×6 meter itu penuh kapasitas oleh anak santri yang tengah belajar. Nasibnya, rembesan air hujan dari atap Rumah Qur’an kerap mengguyur ke lantai dasar. Kala itu, anak-anak tengah menaruh ember demi menampung air hujan.

Kepala Yayasan Rumah Qur’an At-Taisir Banjarmasin, Ustadz Mustaqim Akmal tengah berencana ingin membangun Rumah Qur’an kedua yang berlokasi di Jl. Laksarda, Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jumlah santri, dia menyebut sebanyak 300 anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an.

“Ada 300 lebih santri yang belajar bergantian di teras atau emperan Rumah Qur’an At-Taisir, sangat tidak mencukupi (Over-Kapasitas). Ditambah lagi, atap yang bocor merembes ke lantai,” ucap Ustadz Mustaqim Akmal kepada Republiknews.co.id, Senin (27/6/2022).

Baca Juga : Cerita Komunitas Kelopak Baca di Taman Kamboja Banjarmasin, Dua Anak Asyik Baca Buku

Tentu situasi itu, kata Mustaqim, sangat mengganggu kegiatan belajar dan mengajar para santri/wati. Tenaga pengajar, dia membeberkan ada berjumlah 11 guru yang terbagi tiga sesi pengajaran. “Sesi pertama, 14.30 Wita sampai Qabla Ashar. Sesi kedua, setelah Ba’da Ashar berlanjut sampai jam 18.00 Wita,” ucapnya.

Sebelum magrib, kata Mustaqim, berlanjut lagi pengajaran Al-Qur’an sampai Qabla Isya. Semangatnya anak-anak belajar, akhirnya pihak Yayasan RQAT Banjarmasin mendapat tanah seluas 12×137 meter yang nantinya bakal dibangun tempat kedua sebagai bangunan pusat Yayasan Rumah Qur’an At-Taisir.

“Alhamdulillah, tanah sudah kita lunasi. Kemarin, pembersihan lahan dan siap dibangun dalam pemasangan pondasi. Target, memasang galam dengan panjang 7 meter itu dengan luas bangunan berkisar 8×26 meter,” tuturnya.

Baca Juga : Buku Play Armada Terbit, Cerita Bocah 11 Tahun Miliki Novel Perdananya

Kata Mustaqim, memerlukan 1200 biji galam dan baru saja terkumpul 600 biji galam sebagai pondasi bangunan. Tahap ini, dia bersyukur telah berjalan 50% untuk pondasi bangunan dan menargetkan lagi, jika terkumpul uang donasi maka amanah itu segera direalisasikannya untuk pondasi bangunan tersebut.

“Kemudian, penambahan pondasi jalanan itu juga berupa galam. Kurang lebih budget anggaran Rp. 21 Juta sudah terselesaikan, serta menyewa excavator untuk memuluskan jalan itu,” jelasnya.

Sesuai dengan hitungan arsitek, menurutnya diperlukan tiang, cor-coran, keramik dan sebagainya itu sebagai pondasi yang dijumlahkan sebanyak 2.1 Miliar. “Karena sudah pembebasan lahan 335 Juta, maka sisanya diperlu 1.7 Milir. Dana yang diperlukan segitu,” tutur Alumni PP. Al-Falah Banjarbaru itu.

Baca Juga : Sembunyikan Inex Didalam Mulut, Selebgram asal Banjarmasin Ditangkap Polisi

Nantinya, Mustaqim berharap jika memang ada donator yang ingin menyumbangkan uangnya untuk pembangunan Rumah Qur’an At-Taisir, maka amanah yang diberikan segera direalisasikan untuk tahapan pembangunan tersebut.

“Konsepnya, ada uang kami kerjakan. Kalau tidak, kami cuma diam menunggu. Apabila ada uang, titipan amanah seseorang dari masyarakat. Kami tidak menyiakannya dengan segera mengeksekusi, apa yang diperlukan lagi dalam pembangunan itu,” tandasnya.

Penulis : Rahim Arza
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646