REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar melakukan berbagai upaya dalam memperkuat akses keuangan bagi masyarakat pesisir atau kelompok nelayan. Apalagi, kelompok tersebut menjadi salah satu sasaran prioritas dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan daerah dan sinergitas program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). OJK Sulselbar melaksanakan Edukasi dan Perluasan Akses Layanan Keuangan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.
“Ini bagian dari upaya mempercepat terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif terhadap layanan jasa keuangan formal,” terang Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan LJK, OJK Sulselbar, Arif Machfoed, dalam pertemuan, kemarin.
Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil
Menurutnya, Desa Tongke-Tongke dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi ekonomi pesisir dan aktivitas nelayan yang cukup besar. Kehadiran Program EKI di wilayah tersebut diharapkan mampu membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, terjangkau, dan produktif, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir,” akunya.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, Industri Jasa Keuangan, dan OJK menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa. Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi penguatan ekonomi masyarakat nelayan melalui akses keuangan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan.
“OJK Sulselbar akan terus mendorong implementasi program EKI di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen memperluas akses keuangan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” kata Arif.
Dalam pertemuan ini berbagai materi edukasi disampaikan kepada masyarakat, mulai dari pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, akses pembiayaan usaha, pemanfaatan produk tabungan dan asuransi, hingga pemahaman penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
