0%
logo header
Minggu, 26 Juni 2022 22:56

Taiwan ICDF Gandeng Pertanian Unhas Perkenalkan Inovasi Pertanian Lewat Drone Penyemprot Tanaman

Taiwan ICDF saat memberikan pelatihan penggunaan drone kepada pihak-pihak terkait di Pelataran Fakultas Pertanian Unhas, Minggu (26/06/2022). (Chaerani)
Taiwan ICDF saat memberikan pelatihan penggunaan drone kepada pihak-pihak terkait di Pelataran Fakultas Pertanian Unhas, Minggu (26/06/2022). (Chaerani)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Taiwan International Coorporation and Development Fund (ICDF) melakukan inovasi dalam mendorong kemudahan bagi para petani dengan mendesain drone sebagai alat penyemprot tanaman.

Inovasi ini pun diperkenalkan melalui pelatihan drone sebagai alat bertani kepada pihak-pihak terkait. Pelatihan yang dikerjasamakan ini menggandeng Center of Excellence Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Pada pelatihan yang kedua kalinya dilaksanakan ini mengundang sejumlah dosen pertanian Unhas, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Pemerintah Provinsi Sulsel, Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH).

Baca Juga : Mahasiswa Papua di Makassar Dukung Rencana Pemekaran Papua Selatan

Perwakilan Taiwan ICDF Mr. Yi Cheng Huang mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan fungsi dan pengaplikasian drone, serta mengajarkan bagaimana penerapan drone di lahan pertanian.

“Fungsi dari drone ini adalah untuk mengurangi tenaga manusia oleh petani, sehingga kita bisa memberikan lebih banyak manfaat kepada petani,” katanya di sela-sela Pelatihan Pengoperasian Drone yang berlangsung di Pelataran Fakultas Pertanian, Unhas, Minggu, (26/06/2022).

Pada pelatihan ini memberikan gambaran atau melatih kepada pihak-pihak yang mengelola sektor pertanian dari stakeholder yang berbeda. Di antaranya dosen-dosen dari fakultas pertanian, serta dari instansi pemerintahan.

Baca Juga : Cepat Tanggap, DPD RI Buka Posko Pengaduan Nasabah Korban Jiwasraya di Sulsel

“Tujuannya adalah untuk menyampaikan kepada mereka fungsi utama dari drone, jenis-jenis aplikasi drone, perkembangan-perkembangan drone yang dapat bermanfaat bagi sektor pertanian kedepannya,” terangnya.

Menurut Mr. Yi Cheng, Unhas adalah salah satu universitas terbesar di Indonesia, di mana fakultas pertanian Unhas juga sangat fokus pada sektor pertanian, terutama di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat beruntung bisa berkolaborasi dengan fakultas pertanian unhas, kita bisa saling membantu untuk perkembangan pertanian di Sulsel,” katanya.

Baca Juga : Tim Thunder Presisi Bekuk Dua Pemuda Membawa Sabu di Jalan Dangkot Makassar

Selain itu, untuk menerbangkan sebuah drone, pihak yang akan mengoperasikan drone harus mempunyai lisensi sebelum menerbangkan drone. Sehingga diperlukan latihan intens untuk mengontrol drone dan dapat memastikan masalah keamanan sehingga tidak berbahaya untuk warga sekitar dan yang lainnya.

Tak hanya para dosen dan pihak-pihak lainnya, Taiwan IDCF juga memberikan penguatan peningkatan pada sektor pertanian kepada petani binaannya di delapan kabupaten dan kota di Sulsel. Antara lain, Kabupaten Gowa, Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, Sidrap, Luwu Utara dan Parepare.

Sementara, Ketua Center of Excellence Fak. Pertanian Prof Yunus Musa mengatakan, sebuah drone khusus yang bisa menyemprotkan delapan liter air, disiapkan Taiwan ICDF bersama Fakultas Pertanian Unhas yang merupakan bagian dari program kerjasama yang telah dilakukan selama dua tahun.

Baca Juga : Capai Rp868,3 Triliun, DJP Sebut Lima Faktor Pengaruhi Penerimaan Pajak

Ia mengungkapkan, drone tersebut memang dipersiapkan untuk bisa dijalankan para dosen pertanian di Unhas. Sehingga sebagai langkah awal perlu diberikan teori penggunaan sebelum di praktekkan.

“Nah ketika sudah mahir, kita akan ajarkan juga cara ini kepada para mahasiswa maupun para petani,” ucapnya.

Kata Prof Yunus, saat ini dibidang pertanian juga harus terus berinovasi. Jika biasanya dalam proses penyiraman tanaman menggunakan pompa manual, saat ini harus bergerak menggunakan teknologi, salah satunya menggunakan bantuan drone.

Baca Juga : Capai Rp868,3 Triliun, DJP Sebut Lima Faktor Pengaruhi Penerimaan Pajak

Ia menjelaskan, cara penggunaan drone dan aplikasinya saat ini sudah merupakan tahap kedua dilakukan. Dulu masih kesatu. Namun tahun ini kembali lagi dibuat untuk mereka yang belum berkesempatan tahun lalu.

Perlunya menggunakan drone, sebab diera perkembangan teknologi digital saat ini sudah merupakan suatu keharusan. Sebab jika tidak dilakukan maka akan ketinggalan.

“Ibaratnya kalau pakai penyemprotan manual yang paling nyata biasa dipetani itu bisa menghabiskan uang Rp800 ribu per hektar, sedangkan kalau pakai drone hanya memakan biaya sekitar Rp250 per hektar dan waktunya lebih singkat,” terangnya.

Baca Juga : Capai Rp868,3 Triliun, DJP Sebut Lima Faktor Pengaruhi Penerimaan Pajak

Sehingga kata Prof Yunus, selain hemat biaya, juga hemat tenaga dan waktu. Juga sudah tak ketinggalan lagi dibidang inovasi yang saat ini disebut smart farming.

Saat ini di Fakultas Pertanian Unahs sudah memiliki drone yang bisa digunakan untuk demostrasi  menyemprot untuk menggunakan pestisida. 

“Kita harapkan betul cara ini bisa dipakai para petani sehingga bisa untuk menaikkan efisiensi dan meningkatkan efektivitasnya,” katanya lagi.

Baca Juga : Capai Rp868,3 Triliun, DJP Sebut Lima Faktor Pengaruhi Penerimaan Pajak

Kendati demikian, dosen dan perwakilan instansi Fakultas Pertanian, terlebih dahulu diberikan materi pada hari pertama, yaitu tentang Pengenalan Drone di Bidang Pertanian, Implementasi Drone di Bidang Pertanian, dan Pengenalan Software untuk Operasional Drone. Sedangkan pada hari kedua dilakukan Demonstrasi Membuat Jalur Terbang dan Menerbangkan Drone, Pelatihan Penggunaan Drone, dan pengolahan Data Drone.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646