0%
logo header
Selasa, 21 Juni 2022 23:41

Wetland Square Jadi Ruang Industri Kreatif Anak Muda Banjarmasin, Gilang Tetapkan Event Senandika

Event Panggung Live Music yang digelar oleh Wetland Square, Selasa (21/06/2022). (Istimewa)
Event Panggung Live Music yang digelar oleh Wetland Square, Selasa (21/06/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Koordinator Wetland Square, Gilang Akbar menetapkan program Senandika menjadi event mingguan yang mewadahi ruang industri kreatif bagi anak muda Banjarmasin. Lewat ruang kreatif ini, dia ingin menggali potensi-potensi kawula muda yang bertebaran di luar sana.

“Program Senandika pada minggu ini adalah perdana, dan rencananya akan kita rutinkan, serta mematenkan event yang merupakan satu signature dari Senandika itu sendiri,” ucap Gilang Akbar, salah satu koordinator Wetland Square kepada Republiknews.co.id, Selasa (21/06/2022) malam.

Muasal nama Senandika, Gilang mengambil dari kosa kata lama atau bahasa arkais yang artinya adalah firasat, dan sebuah pengungkapan rasa oleh seorang subjek. Dia menyebut, subjek itu adalah susastra yang mengungkapkan dalam karya sastranya. “Kedua, Wetland Square sendiri sudah berjalan dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

Baca Juga : Gelar Village Festival 2022, Desa Wisata Kubah Basirih Jadi Destinasi Baru Kota Banjarmasin

Tetapi, kata Gilang, sebenarnya Wetland Square belum rampung 100 persen dalam pengerjaannya. Untuk bangunan, kata dia, tahap renovasi dibeberapa area menjadi vanue atau gigs untuk anak muda.

“Beberapa yang mesti kita rampungkan, lokasi ini diperuntukan untuk community hall (aula komunitas) sebagai creative space nantinya,” ungkap Gilang.

Sehingga, kata Gilang, berkumpulnya para komunitas dari pekerja kreatif dapat mengekspresikan karyanya. Tentu, kata dia, tujuan itu menumbuhkan kembali potensi demi mengembangkan kreativitas anak muda.

Baca Juga : Musisi Kalimantan Selatan Rayakan World Musik Day, Dharma Coffe Suguhkan Lima Band

“Untuk jenama (merek) dalam hal ini bisnis lokal bersama owner atau pengusaha Kalsel dibidangnya masing-masing. Karena akan ada sebuah space ditunjukan untuk wadah berbisnis di belakang,” katanya.

Terkait pertunjukan musik malam itu, Gilang mengundang tiga band lokal, yaitu Islan, Mondblume dan Rockapudink. Kata dia, pemilihan ketiga band itu bukan tanpa tujuan karena mereka memiliki genrenya masing-masing, serta kreativitas yang disajikan ke panggung.

“Islan untuk genrenya sendiri, adalah Ambient. Semua itu full instrumen,” kata Gilang.

Baca Juga : Bulu Tangkis Piala Gubernur Paman Birin, Seleksi 191 Atlet Banua Untuk Kejuaraan Piala Presiden

Band kedua, Gilang menyebut genre band Mondblume lebih ke arah: alternatif. Materi-materi yang direcord, menurutnya tidak ada genre yang pakem satu pun dibawakannya.

“Adapun, Rockapuding sebagai penampilan pamungkas dengan genre Pop Punk. Sudah lama sekali, sejak 2008 dengan genre itu,” cerita Gilang.

Semua itu, kata Gilang, relevan dengan tema yang diusung; Senandika. Menampilkan setiap ekspresi dari kreativitas band-band tersebut.

Baca Juga : KBRI Mesir Jalin Kerjasama Bisnis Dengan Pengusaha Kalsel, Sahbirin Sebut Beralih ke SDA Terbarukan

“Harapan, tentu saja untuk mengembangkan potensi anak muda Banjarmasin. Bisa dari perguruan tinggi, sanggar-sanggar seni ditiap kampus serta komunitas kreatif lainnya.” Ucapnya.

Dalam hal ini, kata Gilang, seperti Bilik Bersenyawa sebagai wadah anak muda yang mengembangkan kreativitasnya. Selain itu, kata dia, ada Banua Creatif yang memiliki potensi didalamnya untuk tampil ke luar.

“Sejauh ini dilihat, ruang kreatif di Banjarmasin belum menggali potensi mereka secara maksimal. Jadi, moga keberadaan kita menjadi wadah kreatif anak muda dan menjadi aggregator (pengumpul) sebagai taman bermain, semua pelaku seni industri kreatif,” pungkasnya.

Penulis : Rahim Arza
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646