0%
logo header
Senin, 30 Desember 2019 20:49

Wujudkan Mimpi Seorang Ibu, Jadi Motivasi Gubernur Sulsel Bangun Akses Jalan Seko

Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah.
Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PALOPO – Di era Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman, infrastruktur dan percepatan pembangunan di wilayah terisolir di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, menjadi perhatian utama.

Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, pemerintah baru membuat akses dan mengaspal jalan. Sebelumnya daerah ini belum mendapatkan pembangunan infrastruktur jalan yang layak, jalan di sana berupa tanah.

Menuju ke Seko, sebelumnya dibutuhkan sekitar tiga hari dari Kota Masamba. Menuju ke Seko juga disebut-sebut dengan biaya ojek termahal di dunia hingga Rp 1,8 juta. Nurdin Abdullah sendiri sebelum menjadi Gubernur, telah tiga kali berkunjung ke daerah ini.

Baca Juga : DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 Sapa Anak-Anak Berprestasi di Makassar

Di acara peletakan batu pertama Masjid Nurul Ilmu Unismuh Palopo, Senin, 30 Desember 2019, Nurdin menceritakan salah satu alasan kuatnya untuk membangun akses jalan ke sana. Masyarakat ingin akses ke Masamba, Luwu Utara lebih mudah diakses.

“Akhirnya ada satu ibu di situ, dia bilang begini ‘Nak saya itu mimpi, mudah-mudahan sebelum saya meninggal, saya lihat itu namanya Kota Masamba’. Cita-citanya sederhana, cuma mau melihat Kota Masamba,” kata Nurdin Abdullah.

Selain itu, Nurdin Abdullah juga melihat potensi besar yang dimiliki wilayah kecamatan dengan luas wilayah sekitar 2.109,20 km² ini adalah masa depan Luwu Utara.

Baca Juga : Percepat Pemulihan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Terima Bantuan Rp1 Miliar dari Pemprov Sulsel

“Hari ini kita jangan anggap enteng Seko. Seko itu adalah emasnya Luwu Utara, Seko akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” sebutnya.

Ia menyebutkan Seko sebagai Tiga Emas. Jalur segitiga emas ini akan menghubungkan akses jalan dari Seko ke Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Sigi dan Sulawesi Barat melalui Mamuju.

Saat ini, pembangunan masih berlangsung. Tahun depan rencananya akan diaspal penuh. Waktu tempuh juga semakin berkurang.

Baca Juga : Bupati Gowa Pastikan Layanan di RSUD Syekh Yusuf Tetap Berjalan Normal

“Kalau dulu untuk ke pusat Seko ditempuh tiga hari tiga malam, sekarang 4-5 jam sudah sampai Seko. Itu masih setengah yang jalan sirtu,” ujarnya. (Thamzil)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646