REPUBLIKNEWS.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR — Hampir dua minggu lamanya beberapa desa di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, terendam banjir. Kini ketinggian debit air mulai surut.
Camat Kota Besi, Gusti Mukafli memaparkan, ada Enam desa yang terdampak bajir.
“Enam desa itu yaitu Desa Hanjalipan, Desa Pamalian, Desa Rasau Tumbuh, Desa Soren, Desa Simpur dan Desa Palangan”, kata Gusti Mukafi, Kamis (22/09/2022).
Baca Juga : Korupsi Parkir PPM Sampit, Mantan Kadishub Kotim Jadi Tahanan Kejaksaan
Gusti menjelaskan, di Desa Hanjalipan genangan air sudah berkurang. Sekira 50 cm. Namun, kata dia, untuk dua desa lainnya yaitu Desa Soren dan Desa Simpur, air lamban surut.
“Itu akibat pasang laut. Karena apabila pasang dalam masuk maka debit air akan naik kembali sekitar 30 hingga 50 cm meskipun curah hujan sudah berkurang,” jelasnya.
Sedangkan untuk desa lainnya, sambung Gusti, seperti di Desa Pamalian dan Desa Rasau Tumbuh rata-rata debit air sudah mulai menurun sekitar 30 cm.
Baca Juga : Laung Kuning Banjar DPC Kotim Gelar Pembubaran Panitia Milad Pertama
“Selain itu untuk Desa Hanjalipan air bersih juga menjadi masalah karena air sungai disana sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan oleh warga”, pungkas Gusti Mukafi.
Akibat kondisi itu, Gusti mengatakan akan melakukan kunjungan di sejumlah lokasi untuk mengecek kondisi waraga. Juga ia akan mengimbau warga akan bahaya penyakit kulit pasca terjadi banjir. Kunjungan itu juga, tambah dia, untuk mengecek dan memastikan kebutuhan warga yang terdampak bajir.
“Besok saya akan ke Desa Hanjalipan untuk melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat disana. Biasanya kalau air sudah surut maka akan mulai muncul penyakit gatal-gatal, sehingga warga perlu obat-obatan,” imbuhnya.(*)
Baca Juga : Pengacara Apresiasi Kejari Kotim Lakukan Upaya Restoratif Justice
