0%
logo header
Selasa, 12 Juli 2022 08:17

Penampakan Orangutan Kembali Bikin Resah, BKSDA Minta Warga Tak Menangkapnya

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Penampakan Orang Utan di sekitar kebun milik warga dan wilayah pemukiman di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Istimewa)
Penampakan Orang Utan di sekitar kebun milik warga dan wilayah pemukiman di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR – Satu individu orangutan (OU) kembali muncul di sekitar kebun milik warga dan wilayah pemukiman di Desa Hanaut Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit mendapat laporan dan beberapa video dari Panit Reskrim Polsek Pulau Hanaut melanjutkan laporan dari warga Desa Hanaut tentang kemunculan dan gangguan satu individu orangutan, Senin (11/07/2022).

“Ini kemunculannya yang kedua, hal ini membuat warga khususnya ibu-ibu khawatir dan resah saat  beraktifitas di kebun dan ladang”, kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah.

Baca Juga : Korupsi Parkir PPM Sampit, Mantan Kadishub Kotim Jadi Tahanan Kejaksaan

Menurut informasi, warga berusaha menangkap orangutan secara manual.

“Kami meminta bantuan pihak Polsek agar mengimbau dan melarang warga untuk menangkap OU, karena sangat berbahaya”, tambahnya.

Setelah menghubungi salah seorang warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi kemunculan OU, Petugas memberikan pengarahan dan meminta warga tersebut agar melakukan pengawasan pergerakan OU.

Baca Juga : Laung Kuning Banjar DPC Kotim Gelar Pembubaran Panitia Milad Pertama

“Siang hari, pergerakan OU masih terpantau berada di kebun karet dekat pemukiman, namun sore harinya OU sudah tidak terlihat lagi”, jelas Muriansyah.

Petugas memberikan himbauan pada warga dan meminta segera melapor apabila OU datang lagi dan jangan berusaha untuk menangkapnya.

“Kalau OU dicari sulit, daerah tersebut sangat luas, arealnya ratusan hektar, vegetasi dominan karet, pohon buah, semak belukar dan kelapa sawit, jadi tindakan selanjutnya untuk rescue (penyelamatan) dan translokasi (pemindahan), kami menunggu laporan kemunculan terbaru selanjutnya dari warga”, pungkas Muriansyah.

Penulis : Tommy Barito
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646