0%
logo header
Rabu, 19 Januari 2022 18:57

Sabu 2 Kilogram Milik Tahanan Lapas Samarinda Berhasil Digagalkan Polisi

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Polresta Samarinda menggelar Release Pengungkapan Sabu seberat 2 Kilogram milik Tahanan di Lapas Samarinda.
Polresta Samarinda menggelar Release Pengungkapan Sabu seberat 2 Kilogram milik Tahanan di Lapas Samarinda.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA – Tim Resnarkoba Polresta Samarinda berhasil menggagalkan pengiriman Narkotika jenis Sabu seberat 2 Kilogram. Sabu tersebut diamankan Polisi dari tangan RF dan FR yang mereka dapat dari RK tahanan di Lapas Narkotika Samarinda.

“Benar ada keterlibatan orang lapas narkotika, jadi RF ini merupakan pembeli, dan FR ini perantara, sedangkan warga binaan berinisial RK ini pemilik barang,” jelas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, saat menggelar release, Rabu (19/01/2022).

Dari salah satu pelaku, yakni RF Polisi berhasil mengamankan sabu seberat 2 kilogram, keduanya diamankan Polisi usai menerima barang tersebut dari RK pada Minggu (16/01/2022) di jalan Aminah Syukur, Samarinda.

Baca Juga : Sabu 16 Kilogram Asal Banjarmasin Gagal Edar di Samarinda

“Pelaku (RF) kita amankan saat melintas di jalan Aminah Syukur, saat diperiksa  anggota temukan sabu 2 kilogram di dalam tas, setelah itu kita amankan sat pelaku lainnya yakni FR di kediamannya,” kata Ary.

Ary menjelaskan, saat diamakan pelaku sempat berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Namun usahanya gagal setelah menabrakan kendaraannya ke Mobil petugas.

“Iya pelaku (RF) sempat melawan, tapi gagal setelah menabrak mobil anggota kami,” terangnya.

Baca Juga : Tahanan Ketahuan Kendalikan Sabu, Lapas Narkotika Samarinda Gercep Lapas Lakukan Penyelidikan Internal

Oleh RF rencananya barang haram tersebut akan dibawa ke Kabupaten Berau untuk diedar. Hingga kini Polisi masih terus menyelidiki asal muasal barang haram yang dimilik RK warga binaan Lapas Narkotika.

“Untuk asal dari mana RK mendapatkan sabu ini masih dalam penyelidikan, kita juga akan berkoordinasi ke lapas untuk mengetahui bagaimana cara pelaku bisa berkomunikasi dari dalam lapas,” ungkapnya.

Saat ini RF dan FR telah ditahan di Makopresta Samarinda untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Ketiganya terancam pasal 112 juncto 114 juncto 132 uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Penulis : Budi Kurniawan
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646