0%
logo header
Kamis, 03 Maret 2022 09:02

Sekolah Restorasi Bangun Sumber Daya Manusia Papua Berkualitas dan Berdaya Saing

Redaksi
Editor : Redaksi
Puluhan Pemuda-Pemudi Papua yang menjadi Angkatan Pertama Siswa di Sekolah Restorasi Kabupaten Merauke, Papua. (Foto Istimewa)
Puluhan Pemuda-Pemudi Papua yang menjadi Angkatan Pertama Siswa di Sekolah Restorasi Kabupaten Merauke, Papua. (Foto Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE – Sekolah Restorasi berhasil mencetak anak-anak Papua yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas serta mampu berkompetisi dalam persaingan global.

Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang didirikan oleh anggota Komisi V DPRP Papua Fraksi Partai NasDem, Fauzun Nihayah, untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam hal pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.

“Sekolah restorasi ini menjadi solusi alternatif pendidikan non formal dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) generasi muda khususnya di wilayah Selatan Papua,” ujar Fauzun Nihayah selaku Direktur Sekolah Restorasi yang ditemui di Swiss-belHotel Merauke, Rabu (02/03/2022) kemarin.
Di lembaga pendidikan nonformal ini, kata Fauzun Nihayah, para siswa ditempa dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang tidak sempat diperoleh di bangku sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.

Baca Juga : Paslon Bisa Ajukan Gugatan ke MK, Pasca KPU Papua Selatan Umumkan Penetapan Suara Pilgub 2024

“Beberapa kali ke Dapil, saya temukan anak-anak Papua saat diajak bicara, mereka minder, kurang percaya diri. Hal inilah yang kemudian mendorong kami mendirikan sekolah restorasi tersebut. Bukan karena kami dari Partai Politik, lalu semua terkait dengan isu-isu politik, tidak. Tetapi hal-hal praktis juga kami ajarkan dalam praktek kehidupan nyata,” jelasnya.

Dalam Sekolah Restorasi, lanjutnya, siswa-siswi digembleng dengan materi-materi yang bertujuan memberi penguatan sumber daya manusia (SDM), seperti public speaking, teknik lobi dan negosiasi, kewirausahaan, kepemimpinan, organisasi dan ilmu jurnalistik.

“Kami meminta pengajar dari luar yang memang kompeten. Setelah setahun berjalan, akhirnya saya temukan banyak bibit yang sangat luar biasa,” ucapnya.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Papua Selatan 78,12 Persen, Masih Tinggi Dibanding Nasional

Gelombang pertama periode Januari-Desember 2021, Sekolah Restorasi telah meluluskan 60 siswa-siswi dan penutupannya telah dilaksanakan tanggal 26 Februari 2022 lalu di Taman Wisata, Kampung Wasur Merauke. Sedangkan untuk gelombang kedua dibuka Maret 2022 ini dengan target 100 orang siswa.

“Alumnus mau agar ada sekolah alumni restorasi dengan fokus kewirausahaan, maka kami siap mentori mereka menjadi pengusaha muda. Sebagian besar peserta merupakan anak-anak muda Papua yang tengah kuliah di perguruan tinggi serta yang telah menyelesaikan pendidikan SLTA. Selain dari Merauke, mereka ada yang dari Boven, Asmat dan Mappi. Materi diberikan sebulan sekali,” imbuhnya.

“Ada tiga hal positif  yang diperoleh peserta Sekolah Restorasi, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Ketiga hal ini yang membawa kita jadi generasi emas di Tanah Anim Ha,” jelasnya.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Umumkan Pemenang Pilgub 2024, Safanpo-Imadawa Raih Suara Tertinggi

Salah satu siswi Sekolah Restorasi, Wati, mengaku selama belajar dia mendapatkan ilmu dan pengalaman secara cuma-cuma dari sekolah tersebut. Pendaftaran dan fasilitas pun diberikan gratis atau secara cuma-cuma.

“Dulu saya gugup berbicara di depan umum, sekarang bisa tampil dengan percaya diri. Banyak hal yang kami peroleh, termasuk bagaimana memulai wirausaha. Dengan ilmu yang saya dapat, saya pasti akan kembangkan potensi, bersaing dalam kehidupan sosial,” tandasnya.

Penulis : Hendrik
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646